Sejarah
Sejarah Desa Gamlamoo
Gamlamo secara etimologi dalam bahasa Ternate berarti Kampung Besar oleh masyarakat Suku Ibo disebut Dumaudu Kela. Desa Gamlamo sudah ada semenjak akhi abad ke - XIII Masehi, ditandai dengan munculnya rumah adat Sosodihi. Rumah adat Sosodihi merupakan hadiah Sulatan Baabullah dari kesultanan Ternate kepada seorang prajurit kora-kora bernama Mace dari suku Ibo dipulau Halmahera (Saat ini Desa Gamlamo Kec. Ibu Tengah, Kab. Halbar) dalam perang Banggai dimana Raja Banggai menyerah tanpa syarat.
Untuk memperkuat kedudukannya secara administratif di Kampung Gamlamo sebagai bagian dari wilayah Kesultanan Ternate, diangkatlah seorang Fanyira dalam komunitas suku Ibo dengan batas wilayahnya adalah Muara Air Tahafo atau Midi Macim sampai ke daerah Loloda yang disebut Butu Ma Ake.
Dengan diangkatnya Fanyira Ibo, kawasan yang didiami Suku Ibo disebut "Dumaudu Kela" yang artinya Kampung Besar. Karena pengaruh kesultanan ternate, belakangan frasa Gamlamo diadopsi sebagai nama Desa.